Labels

Minggu, 14 Oktober 2012

Korosi

Korosi (corrosion) atau karat sebenarnya adalah gejala kebalikan dari proses produksi besi dari bijihnya. Bila membuat besi dari bijih besi memerlukan usaha yang sangat sulit, tetapi pada proses korosi justru sebaliknya. Bahan korosif malah akan dengan sangat mudah tergerus habis dan kembali menjadi bijih agar bisa menyatu dengan alam.
Korosi dapat dilawan dengan proses coating, yaitu pemberian zat kimia tertentu pada bahan korosif tersebut. Namun, karena adanya coating breakdown, (yaitu semacam "depresiasi" pada lapisan coating), maka coating ini harus dilengkapi dengan metode lain.

Proteksi katodik (cathodic protection) umumnya dipakai untuk menambal dan melengkapi ketidaksempurnaan coating ini. proteksi katoda ini dilakukan dengan mengorbankan anoda (sacrificial anode). Sehingga, katoda menjadi aman tidak tergerus. Yang tergerus hanyalah anodanya.

Pada Impressed Current Cathodic Protection (ICCP), pembuatan anoda yang dikorbankan tentunya memerlukan sistem elektrik tertentu, sehingga arus yang dialirkan ke zona korosi bisa berada pada jumlah yang tepat. Dengan cara inilah tercipta sistem penanggulangan korosi.

Korosi, Berbahayakah?

Korosi memang tidak berbahaya bila ditinjau pada jangka waktu yang pendek. Namun, korosi akan sangat berbahaya bila sudah terjadi terus menerus selama puluhan tahun. Setidaknya, ada dua kerugian yaitu kerugian finansial dan keselamatan. Bila korosi terjadi pada sebuah pipa yang berisi air, hal itu hanya akan menyebabkan bocor dan air terbuang percuma. Namun, bila pipa tersebut berisi cairan berbahaya, beracun, dan bisa meledak, tentu hal itu tidak hanya dari sisi finansial.

Dari segi finansial pun sebenarnya perusahaan akan mengalami kerugian karena perusahaan yang memiliki image buruk di masyarakat umumnya secara tidak langsung akan mengurangi profit perusahaan tersebut. Setidaknya perusahaan menjadi lebih terbatas geraknya. Dalam hal ini, konsultan jetty, konsultan sektor migas, dan konsultan cathodic protection di Indonesia umumnya lebih tahu.

0 komentar:

Posting Komentar