Labels

Senin, 26 Agustus 2013

Surfaces Standar

"Tujuan sandblasting adalah membersihkan permukaan suatu metal dari segala jenis kotoran seperti misalnya kulit besi, karat, kandungan garam, debu dan sebagainya, selain itu bertujuan untuk membentuk kekasaran pada permukaan besi agar dapat tercapai tingkat perekatan yang baik antara permukaan metal dengan bahan pelindung. Perlu diketahui berhasil atau gagalnya suatu pengecatan sangat tergantung pada tingkat kebersihan dan tingkat perekatan antara cat dan permukaan serta tingkat kepadatan dan perataan dari cat itu sendiri. Persiapan permukaan ini disesuaikan dengan tingkat keperluan dan mutu bahan cat. Oleh sebab itu dikeluarkanlah standard-standard tingkat kebersihan."




Pertanyaan :
 Pertama kali sukses buat "Acara Seminar Korosi" di Bandung, sayang saya  tidak bisa hadir.
Rekan-rekan,
Saya pernah interface dengan proses sand blasting beberapa tahun lalu di  sebuah project.  Tetapi ada pertanyaan sederhana di benak saya tentang   ukuran yang dipakai dalam proses sand blasting, yaitu SA (Standard American  ?).  Waktu itu requiremntl blasting-nya adalah SA 2.5.  Waktu itu saya disupport oleh Inspector yang melakukan pengukuran dengan sebuah alat ukur,  kalau inspector bilang OK, maka berarti sudah mencapai 2.5 SA.

Pertanyaan :
  *      Apa artinya secara philosophy ukuran SA 2.5 itu ? (dari perspective
  Fisika)
  *      Apakah memang SA itu artinya Standard Amerika ?
  *      Adakah standard ukuran lain selain SA ?
  Mohon pencerahan terhadap pertanyaan yang sangat -sangat sederhana ini.

Jawaban :
Saya coba jawab pertanyaan bapak. Tujuan sandblasting adalah membersihkan permukaan suatu metal dari segala jenis kotoran seperti misalnya kulit besi, karat, kandungan garam, debu dan sebagainya, selain itu bertujuan untuk membentuk kekasaran pada permukaan besi agar dapat tercapai tingkat perekatan yang baik antara permukaan metal dengan bahan pelindung. Perlu diketahui berhasil atau gagalnya suatu pengecatan sangat tergantung pada tingkat kebersihan dan tingkat perekatan antara cat dan permukaan serta tingkat kepadatan dan perataan dari cat itu sendiri. Persiapan permukaan ini disesuaikan dengan tingkat keperluan dan mutu bahan cat. Oleh sebab itu dikeluarkanlah standard-standard tingkat kebersihan.

Berbagai-macam proses pembersihan, dapat dilakukan dengan pencucian misalnya menggunakan solvent, dapat dilakukan dengan manual yaitu menggunakan hand tools, dapat dilakukan dengan alat pembersih mekanis seperti power tools, dan dapat dilakukan dengan penyemprotan partikel padat (abrasive). Sa adalah salah satu standard tingkat kebersihan yang dikeluarkan oleh Swedish Institute for Standards disingkat SIS. Kode Sa disini berarti standard kebersihan Swedish menggunakan Abrasive. 

Pengertian Sa.2.5 berarti pembersihan / penyemprotan metal menghampiri putih "near-white metal blast cleaning", dengan pengertian bahwa penyemprotan terhadap permukaan metal dilakukan sampai warnanya hampir putih. Secara kasat mata, warnanya mendekati putih, bersih dari segala kotoran seperti kulit besi, karat, bekas cat, debu, dan sebagainya, yang tertinggal hanya sedikit noda atau bintik kecil yang samar dan itupun tidak boleh lebih dari 5% dari total suatu permukaan yang dibersihkan. Untuk dapat mengetahui secara pasti bahwa tingkat kebersihan yang dikehendaki telah tercapai, dipakai acuan warna sebagai perbandingan berupa referensi warna permukaan disebut dengan visual pictorial surface standard. Sedangkan yang menggunakan alat dengan magnifier "surface profile comparator" gunanya untuk melihat tingkat kekasaran permukaan setelah sandblasting.

Standard-standard yang lain selain Swedish Standard yang digunakan untuk tingkat pembersihan permukaan ada beberapa, misalnya standard dari SSPC (Steel Structure Painting Council), NACE (National Association of Corrosion Engineers), ISO (International Organization for Standarization), SAA (Standard Australia), DS (Standard Denmark) dan JUS (Standard Jugoslavia), tetapi yang sangat umum digunakan saat ini adalah Standard Swedish, SSPC, dan NACE.

Demikianlah penjelasan saya, moga-moga bermanfaat.


Pertanyaan kedua
Wah terima kasih sekali nih atas pencerahan yang sistematik.  Tapi mau tambah lagi nih Pak Kalau ukuran SA (katakan 2.5) itu permukaan "hampir" putih, berarti secara prinsip fisika pengukuran ini memakai prinsip optic atau dengan membaca warna (panjang gelombang electromagnetic) .  Lalu bagaimana ttg standard lain ?

Tanggapan :
Pengukuran dilakukan secara kasat mata yaitu dengan membandingkan warna  an hasil pembersihan permukaan yang dilakukan dengan standard visual  ingkat pembersihan yang disebut pictorial surface comparator (terlampir  ower-point format). Perbandingan dilakukan secara kasat mata bukan dengan  anjang gelombang electromagnetic.  edangkan untuk melihat tingkat kekasaran, dipergunakan optik itupun hanya  kaca pembesar saja untuk melihat tingkat kekasaran dari permukaan yang diblasting dibandingkan dengan standard yang diinginkan. Alat ini disebut  surface profile comparator. Untuk standard-standard pembersihan yang  lainnya, terlampir dalam format excel.
Moga-moga penjelasan ini bermanfaat.

Dear all,
Selain dengan menggunakan surface profile comparator seperti apa yang dijelaskan jawaban ke2, cara lain untuk mengukur tingkat kekasaran
permukaan (surface profile/anchor pattern) adalah dengan menggunakan:
1. Depth Micrometer
Cara kerjanya: Pada permukaan yg sudah di blasting akan terbentuk surface profile yg terdiri dari "puncak" dan "lembah". Prinsipnya kita mengukur kedalaman "lembah" tsb dr "puncak". Ketika kita meletakan alat tsb diatas permukaan yg sudah di blasting, secara teori, alas Depth Micrometer akan terletak pada "puncak" . Depth Micrometer ini mempunyai "pin" berbentuk kerucut. Pin tersebut akan mengukur kedalaman
profile sampai menyentuh "lembah". Hasil pengukurannya bisa langsung kita lihat.
2. Replica Tape (disebut juga "Testex Press O-Film Tape")
Cara kerjanya:
Prinsipnya adalah "memindahkan" bentuk & kedalaman profile permukaan yg di blasting pada suatu lapisan film. Replica Tape ini memiliki "emulsion film of microscopic bubbles" yang menenempel pada lapisan "mylar" setebal 2 mil.  Replica Tape tsb (bagian emulsinya) ditempelkan pada permukaan yg sudah di blasting, dan kemudian kita menggosok lapisan mylar-nya dengan benda tumpul (misal ujung pensil, sehingga akan terbentuk profile pada lapisan emulsinya (lapisan emulis terkompresi akibat gosokan) sesuai dengan kekasaran permukaan. Bagian "puncak" di permukaan yg diblasting akan menjadi "lembah" pada lapisan emulsi, dan sebaliknya bagian "lembah" akan menjadi "puncak".

Sedangkan lapisan mylar-nya tetap tebalnya (tidak ter-kompresi). Kemudian kita ukur ketebalan lapisan film tsb dengan menggunakan "spring-loaded micrometer". Yang terukur adalah ketebalan lapisan emulsi yg terkompresi (menggambarkan kedalamn profile) dan ketebalan lapisan mylar. Jadi, kedalaman profilenya adalah hasil pengukuran yg terlihat pada mikrometer dikurangi 2 mill (tebal lapisan mylar)

1 komentar:

Sugiyanto mengatakan...

Penjelasan ini bagus sekali untuk pemula dibidang pengecatan protektif.
Ditunggu ulasan lainnya.
Trims.

Posting Komentar